LAMONGAN-Apapun usaha dan pekerjaan anda,jika di tekuni dan di kelola dengan cara profesional,yakin saja akan kelihatan hasilnya .
Contohnya adalah usaha yang di rintis Mar’atus Sholikah, warga Desa Tlogorejo ,Kecama tan Sukodadi, Lamongan, kulit pisang itu di kelola menjadi makanan ringan.
Dikutip dari laman detikNews tak banyak
yang tahu, kulit pisang ternyata bisa diolah menjadi makanan ringan yang renyah dan gurih. Di tangan warga Lamongan, kulit pisang diolah menjadi keripik yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Kulit pisang biasanya dibuang begitu saja. Namun oleh Mar’atus Sholikah, warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, kulit pisang itu jadikan makanan ringan.
“Awalnya saya lihat banyak pisang di desa saya. Tapi kulitnya tidak pernah termanfaatkan,” kata Mar’atus Jumat (10/1/2020).
Padahal, sambung Mar’atus, kulit pisang banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Kulit pisang kaya akan serat dan baik untuk kulit.
“Pisang adalah buah yang bisa bermanfaat mulai dari daun hingga akar, termasuk kulit pisang yang kaya akan serat tapi malah kerap dibuang,” jelas Mar’atus
Akhirnya ia mencoba mengolah kulit pisang menjadi keripik. Ia mulai mengupas kulit pisang. Tak perlu pisang masak, pisang yang masih mentah pun bisa dipakai.
Setelah itu, lanjut Mar’atus, kulit pisang yang sudah dikupas diiris kecil-kecil dengan potongan memanjang. Selanjutnya dicuci hingga bersih.
“Sembari menunggu kering, kita bisa menyiapkan bumbu untuk dibuat keripik. Seperti bawang putih, kemiri, cabai serta penyedap rasa. Semua bumbu ini dihaluskan,” paparnya.
Saat irisan kulit pisang dan bumbu siap, langkah selanjutnya yakni mencampur bumbu, kulit pisang dengan adonan tepung yang juga menjadi salah satu bahan. “Setelah semua siap, adonan yang sudah jadi tadi kita goreng hingga kering dan terasa renyah,” tuturnya.
Hingga kini penjualan keripik kulit pisang buah karya Mar’atus telah menyebar tidak hanya di Lamongan. Tapi sudah beredar di kota-kota tetangga seperti Gresik, Tuban dan Surabaya.
Dengan harga jual per kemasan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu saja, omzet penjualan keripik kulit pisang ini telah mencapai Rp 7 juta per bulan. “Untuk bahannya mudah didapat di sekitar kita dan biasanya kita menggunakan jenis pisang kepok sebagai bahan keripiknya,” ungkapnya.
Tak hanya mengirimkan ke luar kota, banyak warga yang datang langsung ke rumah Mar’atus untuk langsung membeli dan melihat proses pembuatannya. “Sering datang langsung ke sini. Rasa dari keripik kulit pisang ini tak kalah jika dibandingkan dengan keripik bayam, keripik pare dan keripik ikan laut,” kata Reni Setiawati, salah seorang warga yang datang langsung ke rumah Mar’atus untuk memborong keripik(*)
Komentar